Tafakur
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan);yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit;dan Dia jadikan keduanya dinding dan batas yang menghalangi”(QS.Al-Furqaan(25):53)
Allah menciptakan alam dunia dengan segala kelengkapan dan menakjubkan menurut akal pikiran manusia. Sudah banyak para peneliti dan ilmuwan yang melakukan observasi pada alam ini. Manusia masih melakukan observasi dan penelitian terhadap benda-benda angkasa diluar dengan biaya dan resiko yang tinggi. Mereka berharap dapat menemukan informasi-informasi tentang tabir alam semesta ini.
Sementara jauh didalam bumi yang kian mungil ini akibat pertumbuhan manusia yang semakin banyak terdapat misteri yang belum terungkap. Termasuk misteri didasar lautan yang dalam. Konon manusia lebih dapat meneliti benda luar angkas dengan segala peralatan canggihnya namun masih sulit menemukan jawaban dari misteri didasar lautan.
Seorang ahli kelautan atau oceanographer Jasques Yves Costeau mencoba mengauak misteri didasar lautan. Sepanjang hidupnya ia sudah seringkali menyelam diberbagi dasar samudera. Ia membuat film documenter tentang keindahan alam didasar lautan yang ditonton banyak pemirsa melalui acara Discovery.
Satu hari Costeau menemukan sesuatu yang menurutnya teramat ganjil. Dia menemukan adanya air tawar didasar lautan namun tidak bercampur dengan air laut seolah terdapat dinding atau membran yang membatasi keduanya. Apa yang ditemukannya membuat kejutan luar biasa selama kariernya dibidang kelautan.
Bagaimana itu bisa terjadi? Seorang muslim menyampaikan kepada Costeau bahwa fenomena yang dia temukan itu sudah diinformasikan Allah dalam Al-Qur’an, yaitu surah Al-Furqaan ayat 53 yang diturunkan kepada Nabi Muhammmad SAW 14 abad yang lalu.
Juga pada surah Ar-Rahmaan ayat 19-20.
“Dia membiarkan dua lautan mengalir dan keduanya kemudian bertemu. Diantara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (QS, Ar-RAhmaan(25):1`9-20).
Mendengar penjelasan tersebut Costeau bertanya-tanya bagaimana mungkin seorang Muhammad yang hidup diabad ketujuh, dimana segala pengetahuan dan peralatan tidak secanggih sekarang yang dapat menjangkau lokasi yang jauh dikedalaman samudera dapat mengetaui akan hal ini.
Costeau mengambil kesimpulan bahwa Al-Qur’an sangat mustahil buatan Muhammad. Al-Qur’an pastilah buatan Tuhan yang menciptakan alam semesta ini. Costeau akhirnya memutuskan menjadi seorang Muslim.
Kini para ilmuwan memberitakan bahwa dilaut merah yang mereka teliti terdapat sumur-sumur yang berisi air tawar. Informasi isi menginspirasikan pemeritah Arab Saudi bisa membuat pipa-pipa yang menghubungkan laut merah kedaratan dengan fungsi menyedot air tawar yang ada didalam laut merah. Bila hal ini terjadi bahwa teknologi modern dapat mengatasi kendala yang dialami manusia berdasarkan petunjuk dari Kitab-Nya yang mulia, yaitu Al-Qur’an. Maha benar Allah dengan segala firmannya.
Sumber: AZ-Zikra
Oleh: Saefulloh Muhammad Satori




